MANUSIA DAN HARAPAN
By : Praditya IvanMANUSIA DAN HARAPAN
Menurut saya harapan adalah segala sesuatu yang diinginkan manusia untuk terwujud.
saya sendiri mempunyai sebuah harapan yaitu saya berharap jika saya sudah sukses nanti saya ingin kedua orang tua saya masih hidup karna saya ingin melihat kedua orang tua saya bahagia dimassa tuanya.
karna saya ingin membahagiakan kedua orang tua. itu adalah salah satu harapan saya. sebenarnya masih banyak harapan saya. tapi untuk saat ini saya ingin Lulus tepat waktu. lalu bekerja lalu sukses dan membahagiakan kedua orang tua saya. karna kalau bukan karna orang tua saya tidak bisa seperti sekarang.
Menurut saya harapan adalah segala sesuatu yang diinginkan manusia untuk terwujud.
saya sendiri mempunyai sebuah harapan yaitu saya berharap jika saya sudah sukses nanti saya ingin kedua orang tua saya masih hidup karna saya ingin melihat kedua orang tua saya bahagia dimassa tuanya.
karna saya ingin membahagiakan kedua orang tua. itu adalah salah satu harapan saya. sebenarnya masih banyak harapan saya. tapi untuk saat ini saya ingin Lulus tepat waktu. lalu bekerja lalu sukses dan membahagiakan kedua orang tua saya. karna kalau bukan karna orang tua saya tidak bisa seperti sekarang.
MANUSIA DAN KEADILAN
By : Praditya IvanWASIT
Setiap Manusia pasti ingin diperlakukan secara adil entah dari masalah pekerjaan, permainan atau pribadi. Foto diatas adalah salah satu orang yang harus bersikap adil dilapangan yaitu Wasit.
Wasit adalah orang yang menentukan jalannya pertandingan dan harus bersikap adil. entah itu pada saat pemain sedang melanggar peraturan, menyelengkat kaki lawan dll.
Wasit juga harus bisa melihat kondisi apakah pelanggaran yang dilakukan itu harus mendapat kartu kuning,merah atau tidak mendapat kartu. pleh karna itu wasit harus adil agar para pemain tidak merasa kecewa karna wasit merupakan peran penting dilapangan jika wasit mengatakan pelanggaran maka pelanggaran, atau bisa dibilang Keputusan Wasit Adalah Mutlak. oleh karna itu Wasit Harus Adil.
Setiap Manusia pasti ingin diperlakukan secara adil entah dari masalah pekerjaan, permainan atau pribadi. Foto diatas adalah salah satu orang yang harus bersikap adil dilapangan yaitu Wasit.
Wasit adalah orang yang menentukan jalannya pertandingan dan harus bersikap adil. entah itu pada saat pemain sedang melanggar peraturan, menyelengkat kaki lawan dll.
Wasit juga harus bisa melihat kondisi apakah pelanggaran yang dilakukan itu harus mendapat kartu kuning,merah atau tidak mendapat kartu. pleh karna itu wasit harus adil agar para pemain tidak merasa kecewa karna wasit merupakan peran penting dilapangan jika wasit mengatakan pelanggaran maka pelanggaran, atau bisa dibilang Keputusan Wasit Adalah Mutlak. oleh karna itu Wasit Harus Adil.
MANUSIA DAN PENDERITAAN
By : Praditya Ivan
MANUSIA DAN PENDERITAAN
Semua Manusia Pasti pernah merasakan penderitaan. seperti contoh diatas seorang wanita yang sudah cukup berumur berpanas panasan dijalan hanya untuk mencari rezeki. bisa kita bayangkan ibu itu seharusnya menikmati masa tua nya dengan duduk dirumah dan menunggu anaknya yang sedang bekerja pulang. Tapi ibu itu malah sebaliknya dia berpanas panasan di usianya yang terbilang sudah tidak muda lagi untuk mencari sesuap nasi. Betapa malangnya nasib ibu ini menderita dijalanan.
MANUSIA DAN KEINDAHAN
By : Praditya Ivan
MENYATU DENGAN ALAM
Foto diatas adalah tentang keindahan Alam yang bisa kita manfaatkan menjadi Wisata sewaktu Liburan. sehingga kita bisa merasa senang seolah olah menyatu dengan alam karna itu kita dapat lebih menikmati keindahan alam dengan cara lebih membaur dengan alam.
Di indonesia banyak keindahan alam seperti kawah gunung, air terjun dll. Tapi ada juga keindahan bawah laut seperti foto diatas. Seharusnya masyarakat indonesia bisa melestarikannya bukan malah merusaknya. karna menurut saya aspek keindahan dapat indah karna manusialah yang menjaganya. jika manusia tidak menjaga malah merusaknya seperti mengambil ikan dengan bahan kimia, merusak terumbu karang dan lain lain. akan mengakibatkan aspek keindahan yang dimiliki oleh alam tersebut rusak. jadi manusia berpengaruh atas keindahan Alam disekitar maksudnya adalah Manusia dan Keindahan Alam Menyatu jika manusianya rusak maka alam pun ikut rusak.
MANUSIA DAN CINTA KASIH
By : Praditya Ivan
IBU
setiap manususia memiliki perasaan kasih dan sayang entah itu kepada keluarga, sahabat, teman ataupun pacar. tapi orang yang saya cintai bukan pacar saya (Jomblo :( wkwk) tapi adalah ibu saya.
bagi saya ibu adalah segalanya. Alasan mengapa saya mencintai, menyayangi ibu? Tidak, tidak ada alasan mengapa saya sangat mencintai ibu.
oh maaf Sebenarnya ada satu alasan yaitu karna saya CINTA ibu saya.
Ada Pepatah yang mengatakan surga berada dibawah telapak kaki ibu. Ya saya setuju karna jika saya bayangkan ibu saya rela berkorban tanpa ada habisnya. sewaktu bapak saya mencari kerja beliau juga membantu, saat dirumah beliau juga melakukan tugas rumah. lihat betapa mulianya seorang ibuku ini. dia berjuang tanpa lelah Bekerja untuk membiayai sekolah anak anak nya.
Wajar saja jika ada pepatah yang mengatakan seperti itu karna memang dimataku ibuku adalah seorang pahlawan yang sangat amat mulia. Bahkan pada saat saya sedang mengerjakan tugas ini baru saja ibu saya memanggil saya, menuruh saya untuk makan :) .
Terimakasih ibu engkau sudah bersedia merepotkan dirimu untuk aku.
Tapi Saya belum bisa membahagiakan ibu saya ( Tugas Sekalian Curhat wkwkwk) karna saya masih belum bisa memenuhi apa yang ibu saya minta tapi suatu hari nanti saya akan memenuhinya jadi Ya ALLAH Panjang kanlah umur Orangtua hamba IBU hamba orangtua hamba aamiin.
karna saya ingin membahagiakan mereka terutama ibu hamba yang melahirkan saya, membesarkan saya. bahkan saya sangat ingat ketika ibu saya menggendong saya meskipun saya sudah kelas 3 SD. saya masih ingat kasih sayang yang ibu berikan karna saya yakin kasih ibu sepanjang masa. Banyak pengorbanan yang ia lakukan hanya demi saya bahkan yang paling saya ingat ketika ibu saya menunggu saya didepan kamar mandi ketika saya buang air besar. Seluruh pengorbanan ibu tidak akan terbalaskan oleh apapun meskipun nanti saya bisa memenuhi keinginannya. Karna itu saya (Praditya Achmad Ifandi ) Amat Sangat Mencintai dan menyayangi ibu saya.
THANKS MOM
bagi saya ibu adalah segalanya. Alasan mengapa saya mencintai, menyayangi ibu? Tidak, tidak ada alasan mengapa saya sangat mencintai ibu.
oh maaf Sebenarnya ada satu alasan yaitu karna saya CINTA ibu saya.
Ada Pepatah yang mengatakan surga berada dibawah telapak kaki ibu. Ya saya setuju karna jika saya bayangkan ibu saya rela berkorban tanpa ada habisnya. sewaktu bapak saya mencari kerja beliau juga membantu, saat dirumah beliau juga melakukan tugas rumah. lihat betapa mulianya seorang ibuku ini. dia berjuang tanpa lelah Bekerja untuk membiayai sekolah anak anak nya.
Wajar saja jika ada pepatah yang mengatakan seperti itu karna memang dimataku ibuku adalah seorang pahlawan yang sangat amat mulia. Bahkan pada saat saya sedang mengerjakan tugas ini baru saja ibu saya memanggil saya, menuruh saya untuk makan :) .
Terimakasih ibu engkau sudah bersedia merepotkan dirimu untuk aku.
Tapi Saya belum bisa membahagiakan ibu saya ( Tugas Sekalian Curhat wkwkwk) karna saya masih belum bisa memenuhi apa yang ibu saya minta tapi suatu hari nanti saya akan memenuhinya jadi Ya ALLAH Panjang kanlah umur Orangtua hamba IBU hamba orangtua hamba aamiin.
karna saya ingin membahagiakan mereka terutama ibu hamba yang melahirkan saya, membesarkan saya. bahkan saya sangat ingat ketika ibu saya menggendong saya meskipun saya sudah kelas 3 SD. saya masih ingat kasih sayang yang ibu berikan karna saya yakin kasih ibu sepanjang masa. Banyak pengorbanan yang ia lakukan hanya demi saya bahkan yang paling saya ingat ketika ibu saya menunggu saya didepan kamar mandi ketika saya buang air besar. Seluruh pengorbanan ibu tidak akan terbalaskan oleh apapun meskipun nanti saya bisa memenuhi keinginannya. Karna itu saya (Praditya Achmad Ifandi ) Amat Sangat Mencintai dan menyayangi ibu saya.
THANKS MOM
PRASANGKA DISKRIMINASI DAN ETNOSENTRISME
By : Praditya Ivan1. PERBEDAAN PRASANGKA DAN DISKRIMINASI
Namun demikian belum jelas benar ciri ciri kepribadian mana yang membuat seseorang mudah berprasangka. mengapa? Karena orang macam ini bersifat dan bersikap kritis.sesorang yang mempunyai prasangka rasial , biasanya bertindak diskriminasi terhadap ras yang diprasangkainya. Cina sebgai kelompok minoritas, sering menjadi sasaran rasial, walaupun secara yuridis telah menjadi warga negara indonesia.
Sikap berprasangka jelas tidak adil sebab sikap yang diambil hanya berdasarkan pada pengalaman atau apa yang didengar. lebih lebih lagi bila sikap berprasangka itu muncul dari jalan fikiran sepintas.
1.1. SEBAB-SEBAB TIMBULNYA PRASANGKA DAN DISKRIMINASI
a.
Berlatar belakang sejarah
Orang-orang
kulit putih Amerika Serikat berprasangka negatif terhadap orang-orang Negro,
berlatar
belakang pada sejarah masa lampau, bahwa orang-orang kulit putih
sebagai tuan dan orang-orang
Negro berstatus sebagai budak.
b.
Dilatarbelakangi oleh perkembangan
sosio-kultural dan situasional
Suatu
prasangka muncul dan berkembang dari suatu individu terhadap individu lain,
atau terhadap
kelompok sosial tertentu manakala terjadi penurunan status atau
terjadi Pemutusan Hubungan Kerja
(PHK) oleh pimpinan Perusahaan terhadap
karyawannya.
c.
Bersumber dari faktor kepribadian
Keadaan
frustasi dari beberapa orang atau kelompok sosial tertentu merupakan kondisi
yang cukup
untuk menimbulkan tingkah laku agresif.
d.
Berlatar belakang dari perbedaan keyakinan,
kepercayaan dan agama
Bisa ditambah
lagi dengan perbedaan pandangan politik, ekonomi dan ideologi. Prasangka yangberakar dari hal-hal tersebut di atas dapat dikatakan sebagai suatu prasangka yang bersifat universal.
1.2. DAYA UPAYA UNTUK MENGURANGI/MENGHILANGKAN PRASANGKA DAN
DISKRIMINASI
a.
Perbaikan kondisi sosial ekonomi
Pemerataan
pembangunan dan usaha peningkatan pendapatan bagi warga Negara Indonesia yang
masih tergolong di bawah garis kemiskinan akan mengurangi adanya
kesenjangan-kesenjangan sosial antar si kaya dan si miskin.
b.
Perluasan kesempatan belajar
Adanya
usaha-usaha pemerintah dalam perluasan kesempatan belajar bagi seluruh
warganegara Indonesia, paling tidak dapat mengurangi prasangka bahwa program
pendidikan, terutama pendidikan tinggi hanya dapat dinikmati oleh kalangan
masyarakat menengah dan kalangan atas.
c. Sikap terbuka dan sikap lapang
Harus selalu
kita sadari bahwa berbagai tantangan yang datang dari luar ataupun yang datang
daridalam negeri.
2. ETNOSENTRISME
Setiap suku bangsa atau ras tertentu akan memiliki ciri khas kebudayaan, yang sekaligus menjadi kebangaan mereka. Suku bangsa, ras tersebut dalam kehidupansehari hari bertingkah laku sejalan dengan norma-norma, nilai-nilai yang terkandung dan tersirat dalam kebudayaan. Suku Bangsa tersebut menganggap kebudayaan mereka sekaligus sebagai salah satu yang prima, riil, logis sesuai dengan kodrat alam dan sebaginya. hal hal tersebut dikenal sebagai ETNOSENTRISME, Yaqitu kecenderungan yang menggangap nilai dan norma norma kebudayaannya sendiri sebagai tolak ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain.
Etnosentrisme nampaknya merupakan gejala sosial yang universal, dan sikap yang demikian biasanya dilakukan secara tidak sadar.dengan demikian etnosentrisme mrupakan kecenderungan tak sadar untuk mengiterpresikanatau menilai kelompok lain dengan tolak ukur kebudayaannyasendiri.Sikap etnosentrisme dalam tingkah laku agak canggung, tidak luwes.akibatnya etnosentrisme penampilan yang etnosentrik.
AGAMA DAN MASYARAKAT
By : Praditya Ivan
Mind Map
AGAMA DAN MASYARAKAT
Kaitan agama dengan masyarakat banyak dibuktikan oleh pengetahuan agama yang meliputi oleh pengetahuan agama yang meliputi penulisan sejarah dan figur nabi dalam mengubah kehidupan, tentang Tuhan
dan kesadaraan akan maut menimbulkan religi, dan sila Ketuhanan Yang Maha Esa
sampai pada pengalaman agamanya para tasauf.
Peraturan agama dalam masyarakat penuh dengan hidup, menekankan pada hal hal yang normatif atau menunjuk kepada hal hal hal yang sebaiknya dan seharusnya dilakukan.
1. FUNGSI AGAMA
Untuk mendiskusikan fungsi agama dalam masyarakat ada tiga aspek penting yang harus selalu dipelajari, yaitu kebudayaan, sistem sosial, dan kepribadian. ketiga aspek tersebut merupakan kompleks fenomena sosial terpadu yang pengaruhnya dapat diamati dalam perilaku manusia.
Toeri fungsional dalam melihat kebudayaan pengertiannya adalah, bahwa kebudayaan itu berwujud suatu
kompleks dari ide-ide, gagasan, niali-nilai, norma-norma, peraturan dan sistem sosial yang terdiri dari
aktivitas-aktivitas manusia-manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu dengan lain, setiap
saat mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat tata kelakuan, bersifat kongkret terjadi di sekeliling.
Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana masalah fungsional dalam konteks teori fungsional
kepribadian dan sejauh mana agama mempertahankan keseimbangan pribadi melakukan fungsinya.
Kepribadian dalam hal ini merupakan suatu dorongan, kebutuhan yang kompleks, kecenderungan bertindak,
dan memberikan tanggapan serta nilai dan sebagainya yang sistematis.
Teori fungsionalisme melihat agama sebagai penyebab sosial yang dominan dalam terbentuknya lapisan sosial, perasaan agama, dan termasuk konflik sosial. Agama dipandang sebagai lembaga sosial yang menjawab kebutuhan mendasar yang dapat dipenuhi kebutuhan nilai-nilai duniawi.
Jadi, Seorang fungsionalis memandang agama sebagai petunjuk bagi manusia untuk mengatasi diri dan ketidakpastian, ketidakberdayaan, dan kelangkaan dan agama dipandang sebagai mekanisme penyesuaian yang paling dasar terhadap unsur-unsur tersebut.
Fungsi agama dalam pengukuhan nilai nilai, bersumber pada kerangka acuan yang bersifat sakral, maka normanya pun dikukuhkan dengan sanksi sanksi sakral.
Fungsi agama dibidang sosial adalah fungsi penentu. dimana agama menciptakan suatu ikatan bersama, baik diantara anggota masyarakat maupun dalam kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka
Fungsi agama sebagai sosialisasi individu ialah individu, pada saat dia menjadi dewasa memerlukan suatu sistem nilai sebagai semacam tuntunan umum untuk (mengarahkan) aktifitasnya dalam masyarakat, dan berfungsi sebagai tujuan akhir pengembangannya
Masalah Fungsionalisme agama dapat dianalisis lebih mudah pada komitmen agama. dimensi komitmen agama, menurut Roland Robertson (1984), diklasifikasikan berupa keyakinan, Praktek, pengalaman,pengetahuan dan konsekuensi.
A. Dimensi keyakinan mengandung perkiraan atau harapan bahwa orang yang religius menganut pandangan
teologis tertentu.
B.Praktek Agama mencakup perbuatan perbuatan memuja dan berbakti, yaitu perbuatan untuk
melaksanakan komitmen agama secara nyata.
C. Dimensi Pengalaman memperhitungkan fakta, bahwa semua agama mempunyai perkiraan tertentu
D. Dimensi pengetahuan dikaitkan dengan perkiraan, bahwa orang - orang yang bersikap religius akan
memiliki informasi ajaran pokok keyakinan dan upacara keagamaan, kitab suci, dan tradisi keagamaan
mereka
E. Dimensi konsekuensi dari komitmen religius berbeda dengan tingkah laku perseorangan dan pembentukan
citra pribadinya.
2. PELEMBAGAAN AGAMA
Agama begitu universal, permanen (langgeng), dan mengatur dalam kehidupan, sehingga bila tidak
memahami agama, akan sukar memahami masyarakat.
Kaitan agama dengan masyarakat dapat mencerminkan tiga tipe, meskipun tidak menggambarkan
sebenarnya secara utuh (Elizabeth K. Nottingham, 1954).
A. Masyarakat yang Terbelakang dan Nilai-Nilai yang Sakral
Masyarakat tipe ini kecil, terisolasi, dan terbelakang. Anggota masyarakat menganut agama yang
sama.Oleh karenanya keanggotaan mereka dalam masyarakat dan dalam kelompok keagamaan adalah
sama.
B. Masyarakat-Masyarakat Praindustri yang Sedang Berkembang
Keadaan masyarakatnya tidak terisolasi, ada perkembangan teknologi yang lebih tinggi dari pada tipe
pertama. Agama memberikan arti dan ikatan kepada sistem nilai dalam tiap masyarakat ini, tetapi pada
saat yang sama lingkungan yang sakral dan yang sekular itu sedikit banyaknya masih dapat dibedakan.
Pendekatan rasional terhadap agama dengan penjelasan ilmiah biasanya akan mengacu dan berpedoman
pada tingkah laku yang sifatnya ekonomis dan teknologis, dan tentu kurang baik.
Bila sifat rasional penuh dalam membahas agama yang ada pada manusia, maka berarti bersifat
nonagama. Karena itu pendekatan dalam memandang agama hanya sebagai suatu
gejala (fenomena)
atau kejadian. Ilmuwan yang menganut pandangan ini, juga
akhirnya kecewa mengetahui adanya
manusia dengan sifat nonrasional mutlak atau
terus-menerus nonrasional.
Bermula dari para ahli
agama yang mempunyai pengalaman agama dan adanya fungsi deferesiasi internal
dan stratifikasi yang ditimbulkan oleh perkembangan agama, maka tampillah
organisasi keagamaan yang terlembaga dan fungsinya adalah mengolah masalah
keagamaan.
Masyarakat industri
bercirikan dinamika dan semakin berpengaruh terhadap semua aspek
kehidupan, sebagian
besar penyesuaian-penyesuaian terhadap alam fisik, tetapi yang penting adalah
penyesuaian-penyesuaian dalam hubungan-hubungan kemanusiaan sendiri.
Pada umumnya
kecenderungan sekularisasi mempersempit ruang gerak kepercayaan-
kepercayaan dan
pengalaman-pengalaman keagamaan yang terbatas pada aspek yang lebih kecil
dan
bersifat khusus dalam kehidupan masyarakat dan anggota-anggotanya.
Pernyataan diatas
menimbulkan pertanyaan, apakah masyarakat sekular akan mampu secara
efektif
mempertahankan ketertiban umum tanpa kekerasaninstitusional apabilah pengaruh
agama
telah semakin berkurang.



